Jika aku kau tandai sebagai debu dalam album kehidupanmu, begitulah aku…. Aku tak akan mengkritik atau mencelamu, aku akan lebih diam dengan kebisuanku, bahkan jikalau dewa dewa pun memandang sebelah mata padaku, itu semua tak membuatku bernyanyi lagu sendu pilu atau haru, karena aku sedang mengkoreksi perbuatanku, mensekors malaikat di lengan kiriku mencatat keburukan keburukanku.
Jika aku kau timpali caci maki dan sumpah serapahmu, lanturkan sajalah itu semua padaku, buat itu menjadi irama beriringan dan bersahutan, naikan dari irama rendah ke irama minor, aku takkan membalas cacian dan celaanmu, aku akan lebih diam dengan keheninganku, bahkan setahuku jarum waktu pun berlari maju tanpa sepatah kata padaku, tapi aku takkan terkekang jeruji amarah dan egoku, karena aku sedang sibuk menyemai benih – benih kasih dan sayangku.
Jika aku kau ludahi dan kau gunjing di belakangku, lakukan sajalah itu semua padaku, fitnah dan kejelekan mereka padaku tak merubah nilai nilai cinta di hatiku, aku kan biarkan kamu dengan segalanya itu yang kau perbuat padaku, bahkan bintang bintang pun lebih tau segala hal di banding aku, karna aku sedang merenung dan berfikir tentang hakikat jati diriku, karena aku sedang memasukkan benang kelubang jarum untuk menyulam bunga rampai budi budi luhur.
Satu satu daun jatuh itu akan mengering berubah menjadi unsur hara di serap tanah di serap akar, pohon akan tumbuh menjadi besar dan semakin tinggi, jika burung pelatuk melubangi, rayap rayap menggerogoti itu bukan hal yang asing lagi, karena kelak suatu saat nanti pohon akan tua layu dan mati, atau mungkin kilat menyambar membakar menjadikannya arang, menjadikannya fosil.
Ketahuilah satu satu kebenaran akan terkuak, kebaikan akan berbalas, pahit getir menjadi manis, air mata menjadi tawa, kesedihan menjadi canda, akal hatidan fikiran akan tumbuh semakin dewasa dan bijaksana, jika fitnah benci dan kontroversi masih sering menghampiri, anggap itu penguat diri, kajian dan bahan introspeksi, agar hati selalu damai dalam ketetapan Yang Maha Suci.
Tanganku mengepal sembunyikan amal juga untuk memukul nafsu yang liar dan binal, tangan ku merekah membagi berkah mengusap hati yang tenang agar senantiasa berpasrah, ingin jumpai dan sapa diriku saat berubah nanti, jidat mnghitam dan kaki yang berubah lebam karena ibadah, tangis dan doa menghias malam malam yang indah, oh…. Penguasa alam dunia dan alam barzah. Ziarahi aku yang sedang gundah tak tahu tujuan kehilangan arah, aku berharap akhir yang indah, masa depan yang cerah dan mati khusnul khotimah.
Kakiku berdiri mengkebiri emosi juga untuk menendang iri tamak dan dengki, kakiku berlari menghendak silih berganti mencari hikmah mengais wasiat petunjuk dan hasanah dari para
Tidak ada komentar:
Posting Komentar