Keelokan zakut, Rugby, emas, intan dan permata telah di pamerkan di aula persemayaman jiwaku, semuanya hanya ingin menunjukkan eksistensi objektif dalam benakku, sebuah penilaian bahwa itu indah, anggun dan mempesona.
Hatiku berubah menjadi jingga sejak keindahanmu pelahan namun pasti beranjak meninggalkanku, aku tak tau apa yang terjadi padaku, seperti kapal yang menanti ajal di hadapan badai, terombang ambing tinggal menunggu waktu karam .
Begitu berartinya kau bagiku, seperti mulai tersibak semua tirai kemunafikanku bahwa aku sangat membutuhkanmu tuk slalu disisihku, bahwa aku ingin slalu dalam pelukan hangatmu, semua keindahan itu, ya….. semua itu tak mampu menggantikan setitik cinta yang pernah kau goreskan dalam hatiku,
Aku sadar dan faham akan keberadaanku menilai apa itu makna cinta. Namun aku bodoh dan tumpul untuk membaca aksara takdir, karena secuil akal ini hanya bisa menterjemahkan sebuah kata “Aku slalu Mencintaimu”.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar