Minggu, 16 Agustus 2009

Syukur


Sekiranya aku tak ditegur oleh mulut sang maut, di cambuk oleh kafan, dan di perlihatkan 2 buah nisan mungkin nafsu dan syaitan telah manjadikanku sebuah koloni berkoalisi menentang ilahi.
Sekiranya rambutku di jadikan kuas dan darahku menjadi tintanya untuk menuliskan kalimat syukurku padaMU niscaya tak kan pernah cukup membalas semua rahmat dan kasihMU yang telah KAU berikan padaku meski aku diahirkan seribu milyar kali kehidupan.
Gerbang kubur terbuka lebar di hadapanku maut menunggu perintah untuk menjebloskanku kedalamnya hingga waktu yang sangat lama
Wahai jiwa mengapa masih saja kau sibuk bermain dengan dunia, sekiranya cukup banyak tutur sang alam memperingatkanmu.
Berceerminlah……!!! Lihatlah hatimu…….!

Tidak ada komentar:

Posting Komentar