Dengung kepakan kumbang membawa serbuk sari keindahan dari bunga yang bersemi di hatiku, terbang di bawa pergi bersama hembusan angin dari barat ke timur, di saksikan ribuan malaikat di alam makrifat.
Kubah langit yang megah sebagai naungan asaku dan pasir gurun yang berkilau silau menjadi tumpuan nafasku. Aku sadar bahwa kerapuhan adalah pakaianku yang selalu menyelimuti, kealpaan adalah jabatanku di majelis Rabbi, Kefakiran adalah singgasana yang selalu kududuki di muka bumi.
Mungkin hanya menjadi igauan semu, aku kan tertambat pada bunga dalam mimpi-mimpi malamku, karena kelopakmu telah tertutup dan hujan pun mulai turun menjatuhkan ragaku kembali ke tanah. Selamat malam bungaku selamat tidur.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar