Minggu, 16 Agustus 2009

Dia menginginkan-mu


Kau maknai apa persinggahanmu di kedai minuman ini? Hanya seteguk air yang melalui kerongkongan selepas dan sesudahnya tidak ada artinya?
Jangan pandang mereka yang menikmati aneka hidangan dan suguhan memuaskan dahaga dan lapar, istirahat dan menunda perjalanan.
Kau lihat mentari sudah terik menyengat, sebentar lagi sore kan songsong dan malam pun akan kau jalani. KEKASIHmu sudah menunggu dan jangan buat DIA menunggu lebih lama dan lama, karena DIA sungguh sangat merindukanmu.
Kenakanlah jubah usangmu itu yang camping dan kasar, peganglah tongkatmu lanjutkan perjalanan temui DIA, jangan hiraukan panasnya gurun yang membakar telapak kakimu, jangan pedulikan badai yang menghempas ragamu.
DIA ingin bukti cintamu, pejuanganmu dan pengorbananmu, bagiNYA kata-kata itu sebuah hal yang biasa, jangan bersiasat tapi mengalirlah, jangan berargumen tapi berlalulah, jangan berfikir tapi fahamilah.
Dan temukan kecupan manis di keningmu setelah pelukan sayang ketika menyambutmu.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar