Minggu, 16 Agustus 2009

PROLOG 2


damainya jiwaku terhantuk hembusan beliung yg berpusara dijiwaku, saat ku berpegang erat dg tnganNYA, pusarn itu menarik kakiku, lusuhlah bajuku, terengah nfasku, dtengah kerapuhanku tangnNYA msih mmegangku, peluhku menetes pilu bersma malaikat yg bertasbih haru. Tiada daya & upaya tanpa ijinNYA wahai ENGKAU yg jiwaku dalam kuasaMU, cukupkan bagiku hnya driMU
Allahu akbar, menyalakan ketegaran dengan api keyakinan, saat nadi & pembuluh darahku menjadi dawai kecapi, hatiku mabuk oleh alunan symphony, telingaku menjadi tuli, mataku tak lagi mengindra, mabuk jiwa yg sesungguhnya diatas rahmat diatas derita, ketika ku terbangun kutemui ruhku dalam keadaan koma, hanya nafaslah yg terjaga tuk terus memuja. kemarilah, mengalirlah biar kurasa biar kukenyam, biar berdarah, setelah ini kan kulihat apa yang terjadi?
Tuhan kumelepas baju ego & jubah keinginanku berjalan tertatih meminta uluran tanganMU, selimuti ak dg kesabaran & belai jiwaku dlm kepasrahan, waktu & keadaan menyati tubuhku tanpa ampun seperti pisau mengiris hati, peluk ak ya rabbi damaikan jiwa dalam rahman & rahimMU.amin
Ak telan, ak lihat, ak dngar & ak rasakan, wahai engkau kepedihan jadilah tenaga yang mengalir dinadiku, bersahabatlah denganku karena setelah aku dibangkitkan kau takan lagi bertemu denganku selamanya. ak telah disunting oleh kebahagiaan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar